Asta Cita dalam Secangkir Kopi
Ilustrasi biji kopi. Foto: Auliya Rahman/ANTARA FOTO Di sudut ruangan—ditemani oleh sebuah laptop yang penuh dengan stiker band indie—seorang remaja duduk dengan setumpuk makalah di meja. Sambil menyesap sebuah cairan coklat dengan busa berbentuk angsa, ia hanyut dalam alunan musik santai yang sopan di telinga. Berjarak satu meja di depannya, sekelompok gadis berseragam SMA sedang merayakan ulang tahun salah seorang temannya. Mereka bersulang, tidak dengan sampanye seperti yang biasa dilakukan orang-orang untuk perayaan pada umumnya. Dengan segelas es kopi susu dan senyum lebar, mereka berswafoto mengabadikan momen bahagia tersebut. Kopi kini memimpin tren nongkrong untuk semua kalangan. Tua, muda, penyendiri, maupun yang gemar bersosialisasi. Dulu, kopi hanya identik dengan pergaulan bapak-bapak di warung sambil ngobrol dan bermain domino. Atau kental dengan suasana penghangat malam di pos ronda. Kini, remaja mulai menggemari kopi dengan varian macamnya: cappuccino, cafĂ© late, america...