Posts

Esensi Kepemimpinan dalam Wisata Pendakian Gunung

Image
Berkemah di gunung Rinjani. Foto: Bima S. Marioso. Pernahkah anda membayangkan apa yang terjadi ketika sekelompok orang berada di ketinggian gunung, didera kelelahan ekstrem, lalu tiba-tiba cuaca buruk datang melanda? Di titik itulah sebuah perjalanan bukan lagi sekadar rekreasi, melainkan sebuah ujian bertahan hidup. Terdapat sebuah kalimat tentang kepemimpinan di alam bebas dalam buku The National Outdoor Leadership School’s”: Wilderness Guide yang dikarang oleh Mark Harvey (1999), “ Leadership matters to the outdoors person because expeditions going through the wilds have to make real decisions about real things ”. Kepemimpinan sangatlah krusial karena perjalanan di alam liar menuntut keputusan nyata untuk menghadapi konsekuensi yang juga sangat nyata. Tanpa adanya kepemimpinan, kelompok tidak akan terorganisasi, jalur berbahaya tidak akan terlewati, mereka yang berjalan paling lambat di belakang akan tertinggal tanpa bantuan, dan situasi darurat tidak akan teratasi. Kepemimpinan da...

Nasir Djamil Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat: Bukti Aparat Hadir

Image
Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil. Foto: Istimewa Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, M. Nasir Djamil, mengapresiasi langkah cepat Polda Jawa Barat yang menangkap Taufik Hidayat, tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Kabupaten Bandung. Menurut Nasir, keberhasilan polisi menangkap pelaku dalam waktu singkat menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang menjadi perhatian publik. "Kita mengapresiasi gerak cepat Polda Jawa Barat yang berhasil menangkap pelaku. Ini menjadi bukti bahwa aparat penegak hukum hadir untuk memberikan rasa keadilan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya bagi korban kekerasan terhadap perempuan," ujar Nasir dalam keterangannya, Kamis (25/6). Nasir menegaskan, proses hukum harus berjalan secara profesional, transparan, dan memberikan hukuman yang setimpal apabila pelaku terbukti bersalah di pengadilan. Menurutnya, kasus tersebut tidak hanya men...

Menhaj Ingatkan Pentingnya Menyiapkan Petugas Haji yang Profesional-Kompeten

Image
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf. Foto: Dok. Kemenhaj RI Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan seluruh aparatur Kemenhaj harus menempatkan pelayanan jemaah sebagai prioritas utama dalam setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji. Penegasan tersebut disampaikan Menhaj saat memberikan pembinaan kepada ASN Kemenhaj se-Provinsi Jambi di Asrama Haji Jambi, Kamis (25/6). Menurut Menhaj, jemaah harus merasakan layanan yang aman, nyaman, mudah, dan manusiawi sejak berada di daerah asal hingga kembali ke Tanah Air. Karena itu, setiap unsur layanan harus terus dievaluasi dan diperbaiki berdasarkan kebutuhan nyata jemaah di lapangan. “Ukuran keberhasilan penyelenggaraan haji bukan hanya keberangkatan dan kepulangan jemaah berjalan lancar, tetapi juga sejauh mana jemaah merasa terlayani, terbantu, dan tidak mengalami kesulitan selama menjalankan ibadahnya,” ujar Gus Irfan. Ia menjelaskan, Asrama Haji Jambi memiliki peran penting sebagai titik awal pelayanan bagi ribuan jemaah dari ber...

Foto: Aset Apartemen dan Hotel Sultan Mulai Dikosongkan

Image
Petugas mengangkat furnitur di Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO Pihak Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mulai mengosongkan aset dari empat tower hotel dan dua tower apartemen Sultan. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO Sebelum dirobohkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, semua aset yang dikosongkan tersebut dipindahkan menuju Komplek Pergudangan Cikarang, Desa Pasiranji, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO Petugas mengangkat furnitur di Hotel Sultan di Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026). Pihak Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) mulai mengosongkan aset dari empat tower hotel dan dua tower apartemen Sultan. Sebelum dirobohkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, semua aset yang di...

PN Jaktim: Sidang Perdana dr Tifa Digelar 2 Juli, Roy Suryo Tunggu Praperadilan

Image
Petugas kepolisian menggiring Roy Suryo (kiri) dan Tifauzia Tyassuma (kanan) ke dalam gedung di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/Antara Foto Kasus terkait isu ijazah palsu Presiden ke-7, Jokowi, memasuki babak baru. Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah menetapkan sidang perdana kasus itu. Ada dua tersangka yang akan disidang dalam kasus ini, yakni Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa. Perkara Roy Suryo teregister dengan nomor perkara 300/Pid.Sus/2026/PN JKT.TIM dan Tifa dengan nomor perkara 301/Pid.Sus/2026/PN JKT.TIM. Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Immanuel Tarigan, mengatakan sidang perdana dr Tifa telah ditetapkan akan digelar pada Kamis (2/7) mendatang. Petugas kepolisian menggiring Tifauzia Tyassuma (tengah) ke dalam gedung di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (22/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/Antara Foto "Untuk perkara Tifauzia Tyassuma, sidang pertama, hari Kamis, tanggal 2 J...

Pemerkosaan di Kulon Progo: Kenalan dari Tinder, Korban Diancam Pakai Pisau

Image
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: HTWE/Shutterstock Seorang pria pengangguran berinisial JM (35 tahun) asal Purworejo, Jawa Tengah, ditangkap Polres Kulon Progo karena diduga memperkosa perempuan berusia 21 tahun asal Bantul yang dia kenal melalui aplikasi kencan Tinder . Korban diperkosa di kawasan Glagah, Kabupaten Kulon Progo pada 3 Mei silam. "Modus pelaku yaitu mengancam korban dengan menunjukkan sebuah pisau kepada korban agar korban mau menuruti keinginan pelaku untuk melakukan hubungan badan," kata Kasat Reskrim Polres Kulon Progo Iptu Subihan Afuan Ardhi kepada wartawan, Rabu (24/6). Perkenalan pelaku dan korban dimulai dari aplikasi kencan dan berlanjut ke chat WhatsApp. "Kejadian berawal dari korban berkenalan dengan tersangka JM melalui media sosial pertemanan yaitu aplikasi Tinder. Selanjutnya, antara korban dan pelaku bertukar akun WhatsApp dan berlanjut saling berkomunikasi melalui media sosial tersebut," katanya. Saat itu pelaku memperkenalkan dengan nama...

Kutukan "si Paling Ambis": Kenapa Pelajar Lebih Memilih Terlihat Santai?

Image
Ilustrasi pelajar yang menghindari cap "si paling ambis". Generated by AI (ChatGPT) Pernahkah kamu melihat teman yang mengaku "belum belajar" di grup chat, tapi ujung-ujungnya mendapat nilai ujian nyaris sempurna? Selamat datang di realitas pendidikan masa kini. Saat ini, siswa yang tekun sangat mudah ditempeli label " si paling ambis " sebuah julukan bernada ejekan yang membuat mereka merasa bersalah atas dedikasinya. Dalam kacamata sosiologi, keengganan untuk terlihat rajin ini bukanlah sekadar masalah psikologis individu. Perilaku menyembunyikan usaha keras telah menjadi sebuah konstruksi dan realitas sosial. Lantas, mengapa tampil "santai" seolah menjadi kewajiban sosial di sekolah atau kampus? Panggung Sandiwara dan Manajemen Kesan (Dramaturgi) Fenomena pura-pura tidak belajar ini bisa dijelaskan lewat teori Dramaturgi dari sosiolog Erving Goffman. Goffman melihat interaksi sosial layaknya pertunjukan teater. Pelajar membagi hidupnya menjadi...