Menunggang Badai: Seni Merangkul Penderitaan ala Barasuara dan Arthur Brooks
Selat Lombok (Sumber : Dokumen Pribadi) Dalam budaya populer, badai sering digambarkan dalam situasi yang mencekam. Banyak seniman melambangkan kapal sebagai representasi pribadi yang sedang diombang-ambingkan oleh buasnya lautan. Hingga saat ini, badai laut masih cukup populer sebagai simbol gelombang kesengsaraan kepada perahu kehidupan. Penulis populer peraih Pulitzer, Ernest Hemingway, mempunyai hubungan emosional yang panjang dengan lautan. Dalam mahakaryanya, The Old Man and the Sea , Ernest Hemingway mengambil metafora laut dalam dua sisi, yaitu: pertama, laut sebagai pemberi makan, perawat, dan penjaga kehidupan. Namun bersamaan pada sisi lainnya, Hemingway memandang laut sebagai kekuatan besar yang sulit ditebak, kejam, dan perusak. Dualisme laut tersebut merefleksikan esensi kehidupan kita dengan sangat anggun. Hidup memiliki sisi keindahan, namun juga menyimpan penderitaan di sisi lainnya. Kedua sisi itu layaknya dua mata koin dalam satu keutuhan yang tidak terpisahkan. Sel...