Tradisi Patrol Sahur: Jejak Sejarah dan Budaya Ramadan di Nusantara
Sejumlah warga mengenakan busana tradisional memainkan alat musik dalam arak-arakan malam hari, menghidupkan suasana kampung dengan irama yang sarat nilai budaya. (Foto: Nawla Rafida/Unsplash) Di banyak sudut Nusantara, menjelang fajar Ramadan, suara kentongan, beduk, atau tabuhan alat musik sederhana memecah kesunyian malam. Irama itu berkeliling dari gang ke gang, menyusuri kampung, membangunkan warga untuk santap sahur. Tradisi ini dikenal luas sebagai patrol sahur, sebuah praktik yang sederhana, namun menyimpan jejak sejarah panjang dan memiliki lapisan makna budaya yang kaya. Patrol sahur bukan sekadar kebiasaan membangunkan orang untuk makan sebelum subuh. Ia adalah sebentuk komunikasi sosial-tradisional yang lahir dari kebutuhan praktis sekaligus berkembang menjadi ekspresi kebudayaan Ramadan yang khas di Indonesia. Akar Sejarah: Dari Dunia Islam ke Pelosok Kampung Nusantara Dalam sejarah peradaban Islam, praktik membangunkan sahur telah dikenal sejak masa awal Islam. Riw...