Doomscrolling: Mengapa Kita Terus Membaca Kabar Buruk Meski Membuat Lelah?
Ilustrasi seseorang menggulir media sosial untuk mengikuti berbagai berita yang terus bermunculan di era digital. Sumber: Unsplash. Pernahkah Anda berniat membuka media sosial hanya selama beberapa menit, tetapi akhirnya menghabiskan waktu berjam-jam membaca berbagai kabar buruk? Mulai dari berita kecelakaan, bencana alam, konflik, pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga isu ekonomi yang terus bermunculan. Semakin banyak berita negatif yang muncul, semakin sulit rasanya berhenti menggulir layar. Fenomena tersebut dikenal sebagai doomscrolling, yaitu kebiasaan mengonsumsi informasi negatif secara terus-menerus melalui media digital. Meskipun informasi yang dibaca sering kali menimbulkan rasa cemas, sedih, atau khawatir, banyak orang tetap terdorong untuk mencari berita berikutnya. Tanpa disadari, aktivitas yang awalnya bertujuan memperoleh informasi berubah menjadi kebiasaan yang menguras energi mental. Di era digital, informasi memang hadir tanpa batas. Berita terbaru dapat diterima dal...