Posts

Foto: Tangis Pecah Saat Penyerahan Jenazah Korban Kecelakaan KRL di RS Polri

Image
Foto: Salma Talita/ANTARA FOTO Foto: Salma Talita/ANTARA FOTO Foto: Salma Talita/ANTARA FOTO Foto: Salma Talita/ANTARA FOTO Petugas mendorong peti jenazah ke mobil ambulans saat proses penyerahan korban kecelakaan kereta api di Rumah Sakit Polri , Jakarta, Selasa (28/4/2026). Isak tangis keluarga korban pecah mengiringi proses penyerahan jenazah tersebut. Pihak Rumah Sakit Polri Kramat Jati mengidentifikasi sebanyak 10 jenazah korban kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, pada Senin (27/4). Selanjutnya para jenazah ini diserahkan kepada pihak keluarga untuk segara dimakamkan. Pihak keluarga menangis saat proses penyerahan jenazah korban kecelakaan kereta api di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Selasa (28/4/2026). Foto: Salma Talita/ANTARA FOTO

Kata Saksi Saat KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi: Kacau, Darah di Mana-Mana

Image
Kondisi KRL Commuterline dan KA Bromo Anggrek yang terlibat kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Senin (27/4/2026). Foto: Instagram/@liputancikarang KA Argo Bromo menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4). Lokomotif KA itu menabrak menembus ke dalam gerbong wanita yang masih berpenumpang itu. Seorang saksi, Ilham (25) menggambarkan betapa mencekamnya saat insiden itu baru terjadi pada pukul 21.00 WIB. Ia yang baru saja turun dari kereta lainnya menyebut melihat banyak darah di sekitar kereta yang bertabrakan. “Jadi gua naik ke atas tangga awal-awal aja udah ada banyak, ada darah banyak darah di situ netes mungkin hasil habis dari evakuasi korban,” ucap Ilham kepada kumparan, Senin (27/4). Ilham juga melihat banyaknya penumpang yang terjepit di dalam gerbong KRL itu. Ia menyebut sejumlah penumpang diduga tewas. Bahkan, ia melihat seorang wanita dengan tangan yang diduga putus. “Ada korban jiwanya karena yang paling belakang yang mentok banget masinisnya tuh me...

Sebuah Story yang Membuat Saya Bercermin Sebagai Seorang Ibu dan Guru

Image
Sumber gambar : Ilustrasi AI Malam itu, seperti biasa, saya membuka WhatsApp sekadar untuk melihat pesan yang masuk. Tidak ada yang istimewa, sampai mata saya berhenti pada satu story WhatsApp milik anak saya. Anak saya baru kelas 3 SD. Judul story itu cukup besar dan mencolok: “Kenapa Anak Jadi Pembohong?” Awalnya saya mengira itu hanya konten biasa yang ia bagikan tanpa banyak berpikir. Namun rasa penasaran membuat saya membuka story tersebut satu per satu. Isinya sederhana, tetapi terasa dalam. Di sana tertulis bahwa anak bisa menjadi pembohong karena takut dimarahi, tidak merasa aman untuk jujur, ingin menghindari hukuman, atau tidak ingin mengecewakan orang tua. Ada juga kalimat yang membuat saya berhenti cukup lama: anak lebih takut reaksi orang tua daripada kesalahannya. Saya membaca ulang kalimat itu pelan-pelan. Sebagai seorang guru, saya sering berbicara tentang kejujuran di kelas. Saya mengingatkan siswa untuk tidak berbohong, untuk berani mengakui kesalahan, dan u...

Menlu Iran akan Bertemu Putin: Bahas Perkembangan Gencatan Senjata dengan AS

Image
Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi di Kremlin, Moskow, Rusia, Senin (23/6/2025). Foto: Sputnik/Alexander Kazakov/Pool via REUTERS Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi akan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow. Hal ini disampaikan kantor berita Iran ISNA . Dilansir dari AFP , kabar itu disampaikan duta besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, bahwa Araghchi akan bertemu Putin dan mendiskusikan beberapa hal, salah satunya gencatan senjata "Akan berkonsultasi dengan pejabat Rusia, terkait status negosiasi terkini, gencatan senjata, dan perkembangan lainnya, termasuk laporan negosiasi mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel," kata Kazeem, Minggu (26/4). Selain bertemu Putin, Araghchi juga bertandang ke Muscat, Oman untuk menghentikan konflik di kawasan. Pertemuan ini menyoroti peran Oman sebagai mediator dalam perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran, selain Pakistan ...

Paparan Mikroplastik dari Makanan dan Minuman: Berdampak pada Kesehatan Tubuh?

Image
Ilustrasi Mikroplastik, Sumber:IStockphoto/Ekaterina Varypaeva Dalam beberapa tahun terakhir, isu mikroplastik semakin sering dibahas dalam konteks kesehatan. Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yang dapat berasal dari berbagai sumber, seperti kemasan makanan, botol minuman, hingga proses degradasi plastik di lingkungan. Tanpa disadari, partikel ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah paparan mikroplastik benar-benar berdampak pada kesehatan tubuh, atau masih dalam batas yang dapat ditoleransi? Mikroplastik dapat ditemukan dalam berbagai jenis bahan pangan, termasuk air minum, makanan laut, dan produk yang dikemas menggunakan plastik. Proses pemanasan, penyimpanan, atau kontak langsung dengan plastik dapat meningkatkan kemungkinan perpindahan partikel mikroplastik ke dalam makanan atau minuman. Karena ukurannya yang sangat kecil, mikroplastik tidak terliha...

53 Anak Jadi Korban Dugaan Kekerasan Day Care di Yogya, Umur 0 hingga 3 Bulan

Image
Ilustrasi Day Care. Foto: Nuva Frames/Shutterstock Polisi mengungkap sebanyak 53 dari 103 anak menjadi korban dugaan kekerasan dan penelantaran di day care Little Aresha di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Usia korban berkisar 0 hingga 3 bulan. "Korban itu, kalau untuk total semua itu, jadi itu kan ada beda-beda. Ada yang umur dari 0–3 bulan. Itu berbeda-beda. Tapi kalau jumlah semua, kita lihat itu 103," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian di Polresta Yogyakarta, Sabtu (25/4). "Tapi kalau untuk yang kita lihat ada tindakan kekerasannya itu sekitar 53 orang. Berdasarkan data, ya," ungkapnya. Lebih ironisnya, day care ini diduga telah melakukan dugaan kekerasan dan penganiayaan selama lebih dari setahun. Day care di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Foto: Dok. Isitimewa "Kalau yang merawat saja sudah ada yang lebih dari setahun, berarti itu sudah berlangsung lebih dari setahun," tandasnya. Sebelumnya, Polresta Yogya...

Badai di Dalam Perut: Menguraikan Benang Kusut Nyeri Haid yang Tak Tertahankan

Image
Sumber : Unplash "Badai" yang siap melumpuhkan aktivitas sering kali menyertai datangnya siklus bulanan, yang bagi sebagian besar perempuan bukan sekadar tanda kesehatan reproduksi biasa. Bayangkan sebuah kontraksi yang begitu kuat hingga terasa seperti diremas atau ditusuk dari dalam. Fenomena ini dalam dunia medis dikenal sebagai dismenore. Namun, mengapa rasa sakitnya bisa terasa begitu luar biasa bagi satu orang, sementara yang lain hanya merasakannya sebagai gangguan kecil? ​Alkimia Kimiawi: Si Pemicu Badai ​Akar dari "badai" ini sebenarnya adalah zat bernama prostaglandin. Saat rahim bersiap meluruhkan lapisannya, tubuh melepaskan hormon ini untuk membantu otot rahim berkontraksi. Semakin tinggi kadar prostaglandin, semakin kuat kontraksi yang terjadi. Kontraksi yang terlalu hebat dapat menjepit pembuluh darah di sekitarnya, memutus aliran oksigen ke jaringan otot rahim untuk sementara. Inilah yang mengirimkan sinyal nyeri hebat ke otak. ​Namun, benang k...