Sebuah Story yang Membuat Saya Bercermin Sebagai Seorang Ibu dan Guru
Sumber gambar : Ilustrasi AI Malam itu, seperti biasa, saya membuka WhatsApp sekadar untuk melihat pesan yang masuk. Tidak ada yang istimewa, sampai mata saya berhenti pada satu story WhatsApp milik anak saya. Anak saya baru kelas 3 SD. Judul story itu cukup besar dan mencolok: “Kenapa Anak Jadi Pembohong?” Awalnya saya mengira itu hanya konten biasa yang ia bagikan tanpa banyak berpikir. Namun rasa penasaran membuat saya membuka story tersebut satu per satu. Isinya sederhana, tetapi terasa dalam. Di sana tertulis bahwa anak bisa menjadi pembohong karena takut dimarahi, tidak merasa aman untuk jujur, ingin menghindari hukuman, atau tidak ingin mengecewakan orang tua. Ada juga kalimat yang membuat saya berhenti cukup lama: anak lebih takut reaksi orang tua daripada kesalahannya. Saya membaca ulang kalimat itu pelan-pelan. Sebagai seorang guru, saya sering berbicara tentang kejujuran di kelas. Saya mengingatkan siswa untuk tidak berbohong, untuk berani mengakui kesalahan, dan u...