Kapan Terakhir Dosen Seni Menjadi Seniman?
Penulis dengan rutinitas sebagai tenaga pendidi seni, bersamaan dalam tugas selaku Ketua Program Studi untuk periode 2017-2021. Dok. pribadi. Ada masa ketika saya merasa lebih sering berhadapan dengan layar komputer daripada dengan alat musik. Bukan karena saya berhenti mencintai musik. Bukan pula karena kehilangan gagasan untuk berkarya. Justru sebaliknya. Semakin banyak ide yang ingin saya kerjakan, semakin sedikit waktu yang benar-benar tersedia untuk mewujudkannya. Hari-hari saya sebagai dosen seni diisi dengan mengajar, membimbing mahasiswa, menyusun perangkat pembelajaran, menyiapkan Beban Kerja Dosen (BKD), melakukan penelitian, menyelesaikan berbagai administrasi akademik, hingga memenuhi beragam indikator kinerja institusi. Semuanya penting. Semuanya memang bagian dari tanggung jawab profesi. Namun, di tengah kesibukan itu, saya mulai dihantui satu pertanyaan. Kapan terakhir saya benar-benar menjadi seniman? Pertanyaan itu tidak lahir karena saya jenuh menjadi dosen. Justru sa...