Belajar dari Krisis Ekonomi Sri Lanka
Ilustrasi Demonstrasi Masyarakat Sri Lanka. Foto: Unsplash/Shane Kurera Pada tahun 2019, Sri Lanka mulai mengalami ketidakstabilan ekonomi yang mana ketidakstabilan ini pada akhirnya bermuara pada krisis ekonomi besar pada tahun 2022. Krisis ekonomi tersebut adalah yang terburuk dalam sejarah Sri Lanka dalam 7 dekade terakhir. Jutaan orang di Sri lanka menanggung kesulitan, ketidakamanan, dan kelaparan akibat krisis yang terjadi. Berdasarkan data dari the Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) and the United Nations World Food Programme (WFP) pada tahun 2022 sekitar 6,3 Juta masyarakat Sri Lanka mengahadapi krisis pangan yang akut. Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi di bidang pertanian sebesar 50% karena kurangnya impor biji-bijian pangan, pupuk kimia, dan pestisida akibat dari semakin menipisnya devisa negara. Penurunan produksi dan hasil pertanian menyebabkan kelangkaan pangan dan melambungnya harga bahan-bahan penting seperti makanan dan bahan per...