Hasto Bicara Langkah dan Cara Megawati Atasi Krisis Multidimensi 2004

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (9/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (9/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, bercerita soal Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang berhasil atasi krisis multidimensi pada 2004.

Salah satu hasilnya, Indonesia mampu melunasi utang pinjaman Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF).

"Kita punya pengalaman di dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk krisis multidimensi yang telah diselesaikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri pada tahun 2004, termasuk utang pinjaman IMF pun bisa dilunasi dalam kepemimpinan beliau," kata Hasto ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (9/4).

Hasto mengatakan, ketika dalam ekonomi menghadapi krisis, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu.

"Dan kemudian dari pengeluaran yang tidak perlu itu diubah menjadi pengeluaran yang produktif. Contohnya di sini (kantin Balai Kota Yogyakarta), membuat cabang untuk warung Brongkos yang cita rasanya luar biasa. Itu artinya menciptakan gerak ekonomi, nah Pemda memberikan campur tangan di situ," katanya.

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam pelantikan pengurus DPP PDIP periode 2025-2030, Kamis (14/8/2025). Foto: PDIP
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam pelantikan pengurus DPP PDIP periode 2025-2030, Kamis (14/8/2025). Foto: PDIP

Langkah selanjutnya adalah mendorong peningkatan pendapatan. Kunci dalam menghadapi krisis adalah hukum yang berkeadilan.

"Karena kita harus menarik investasi. Tanpa adanya hukum yang berkeadilan, tanpa ada masalah kepastian terhadap penyelesaian masalah tanah misalnya, kemudian birokrasi yang mempermudah perizinan, tidak akan ada investasi," bebernya.

Menurut Hasto, langkah itu harus dijalankan oleh pemerintah pusat. PDI Perjuangan juga akan membantu dengan mendorong kader yang menjadi kepala daerah dan legislatif agar menciptakan daya gerak ekonomi rakyat.

"Kemampuan produksi rakyat di sektor pertanian kita tingkatkan produksinya. Kalau airnya terbatas kita gunakan teknologi terapan, karena padi ini kalau selama dia menggunakan air yang cukup saja bukan berlebih, dia bisa tumbuh," katanya.

"Kemudian kami juga mempelopori menanam sepuluh tanaman pendamping beras seperti singkong, kemudian umbi-umbian dan sebagainya. Yang paling penting adalah perut rakyat itu jangan sampai lapar. Kemudian mendorong peningkatan pendapatan rakyat dengan cara program-program padat karya," pungkasnya.

Comments

Popular posts from this blog

5 Berita Populer: Aisyah Aqilah Rindu Jeff Smith, Mertua Mona Ratuliu Meninggal

Buah yang Bagus untuk MPASI Bayi 6 Bulan

Penjelasan Tanah 10 Ru Berapa Meter Persegi