Indonesia Abstain di Resolusi Ukraina, Rusia: Itu Sikap Rasional
Rusia menyebut sikap Indonesia yang abstain dalam pemungutan suara resolusi Majelis Umum PBB soal perdamaian berkelanjutan di Ukraina sebagai langkah rasional.
Hal itu disampaikan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov dalam press briefing dan buka bersama di Wisma Dubes Rusia, Jakarta, Kamis (26/2).
Tolchenov mengungkapkan pandangan Rusia bahwa keputusan abstain itu mencerminkan politik luar negeri Indonesia yang selama ini dinilai seimbang.
“Tentu saja kami sangat menghargai keputusan Indonesia untuk abstain, karena itu mencerminkan kebijakan yang seimbang terkait krisis di Ukraina,” katanya.
Tolchenov bahkan secara terbuka mengaku, secara pribadi ia akan lebih senang jika Indonesia memilih menolak resolusi tersebut. Meski begitu, ia memahami posisi Jakarta.
“Secara pribadi, saya lebih memilih jika Indonesia vote against. Tapi kami memahami bahwa dengan abstain pun, itu berarti Indonesia memahami akar krisis di Ukraina,” ujarnya.
Menurut dia, klaim bahwa mayoritas negara anggota PBB mendukung resolusi tersebut tidak sepenuhnya tepat. Ia menyebut banyak negara memilih tidak mendukung dalam berbagai bentuk, mulai dari menolak, abstain, hingga tidak hadir dalam pemungutan suara.
“Beberapa negara Eropa mencoba menggambarkan seolah-olah mayoritas mendukung. Tidak. Mayoritas tidak mendukung dalam berbagai bentuk,” kata Tolchenov.
Ia juga menyinggung negara-negara Eropa yang dinilainya masih mendorong pengiriman senjata tambahan ke Ukraina dan memperluas sanksi terhadap Rusia. Tolchenov menyebut negara-negara yang menurutnya “rasional” akan memilih tidak mendukung resolusi semacam itu.
Sebelumnya, Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Selasa (24/2) mengadakan pemungutan suara dukungan terhadap Ukraina bertepatan dengan empat tahun sejak invasi Rusia.
Resolusi itu disahkan setelah mendapatkan 107 suara dukungan, dengan 12 suara lainnya menolak termasuk Rusia. Sementara 51 suara memilih abstain, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat.
Comments
Post a Comment