Update Banjir Jember: Meluas Jadi 22 Desa, 557 Orang Mengungsi

Kondisi pengungsian di masjid Desa Curah Malang, Kecamatan Balung. Foto: kumparan
Kondisi pengungsian di masjid Desa Curah Malang, Kecamatan Balung. Foto: kumparan

Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Jember, Jawa Timur, meningkat signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember merilis pembaruan data pada Jumat (13/2) sekitar pukul 19.00 WIB.

Dalam data terbaru, jumlah korban terdampak bertambah dari 3.944 kepala keluarga (KK) menjadi 7.249 KK. Sementara jumlah pengungsi naik dari 299 orang menjadi 557 orang.

Banjir dipicu meluapnya delapan sungai besar di wilayah Jember. Dampaknya meluas dari semula 17 desa di 8 kecamatan menjadi 22 desa di 9 kecamatan.

Status Bencana Masih Dibahas

Bupati Jember, Muhammad Fawait, telah menerima rekomendasi untuk menetapkan status tanggap darurat bencana. Namun, keputusan tersebut masih dalam pembahasan administratif.

Kepala Diskominfo Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, mengatakan rapat koordinasi telah dilakukan.

"Sudah diadakan rapat koordinasi terkait hal tersebut dan sudah terbit rekomendasi. Mohon waktu untuk check and recheck kembali progres administratifnya," ujarnya.

Logistik dan Air Bersih Disalurkan

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyebut korban terdampak terdiri dari anak-anak, orang dewasa, lansia, termasuk warga difabel.

Proses evakuasi masih berlangsung dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, serta relawan sipil.

Pemkab Jember terus mendistribusikan bantuan logistik berupa sembako, obat-obatan, selimut, dan kasur darurat ke lokasi pengungsian maupun langsung ke warga yang masih bertahan di rumah.

Selain itu, disalurkan 25.000 liter air bersih beserta lima tandon dan instalasinya untuk memenuhi kebutuhan warga.

"Selain itu, ada juga penyediaan 25 ribu liter air berikut 5 tandon sekaligus instalasinya untuk suplai air bersih," kata Edy.

Relawan dengan perahu karet membantu anak-anak korban banjir menuju tempat pengungsian. Foto: kumparan
Relawan dengan perahu karet membantu anak-anak korban banjir menuju tempat pengungsian. Foto: kumparan

Infrastruktur Ikut Terdampak

Banjir merendam rumah warga, tempat ibadah, dan fasilitas pendidikan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Selain itu, sejumlah infrastruktur publik seperti aspal jalan, drainase, dan jembatan dilaporkan mengalami kerusakan.

BPBD masih melakukan pendataan menyeluruh untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan dan menyiapkan langkah pemulihan pascabencana.

Comments

Popular posts from this blog

5 Berita Populer: Aisyah Aqilah Rindu Jeff Smith, Mertua Mona Ratuliu Meninggal

Buah yang Bagus untuk MPASI Bayi 6 Bulan

Keterkaitan antara Pancasila dengan Konsep Pendidikan Budi Pekerti