Didampingi Prananda, Megawati Hadiri Penutupan Bulan Bung Karno 2026 di Bali

Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menghadiri acara Penutupan Bulan Bung Karno 2026 di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Bali, Minggu (28/6). Kehadiran Megawati menjadi puncak rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang berlangsung selama Juni 2026.
Saat memasuki ruang utama, Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP, M. Prananda Prabowo, bersama istrinya Nancy Prananda. Kehadiran mereka disambut tepuk tangan dan pekik “Merdeka” dari ribuan kader yang memenuhi lokasi acara.
Sebelum memasuki ruang utama, Megawati meninjau area pameran yang menampilkan kuliner, fesyen, hingga foto-foto rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno. Acara penutupan kemudian diisi dengan berbagai pertunjukan kebudayaan serta laporan dari struktur partai mengenai pelaksanaan kegiatan selama beberapa bulan terakhir.
Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster melaporkan pelaksanaan Bulan Bung Karno di hadapan Megawati. Menurutnya, kegiatan yang digelar merupakan implementasi ajaran Trisakti Bung Karno.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan implementasi konkret Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari dalam bidang Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan,” tegas Wayan Koster saat menyampaikan pidato laporannya.
Koster mengatakan salah satu hasil konkret pelaksanaan Bulan Bung Karno ialah penguatan komoditas lokal Bali melalui Lomba Miksologi Arak Bali.
“Lomba Miksologi Arak Bali bertujuan untuk mendorong kreativitas generasi muda mengembangkan Arak Bali sebagai produk unggulan ekonomi kreatif. Saat ini sudah ada 54 merek Arak Bali yang masuk pasar internasional,” ungkap Koster disambut tepuk tangan riuh ribuan kader yang memadati hall utama.
Selain itu, ia menyebut promosi kopi lokal juga dilakukan melalui Lomba Barista Kopi Bali.
“Lomba Barista Kopi Bali menjadi wadah promosi produk kopi lokal dari Kintamani, Pupuan, dan Banyuatis yang telah mendapat sertifikat Indikasi Geografis,” tambahnya.
Dalam laporannya, Koster juga mengungkapkan keterlibatan pemerintahan desa dalam pelaksanaan Bulan Bung Karno di Bali.
“Ibu Ketua Umum yang kami hormati, selain kegiatan yang dilaksanakan oleh DPD Partai, kami juga menyelenggarakan kegiatan Bulan Bung Karno di lini pemerintahan,” ujar Wayan.
“Di Bali ini ada 636 desa, dan sebanyak 625 desa melaksanakan perayaan Bulan Bung Karno menggunakan dana APBDes maupun swadaya masyarakat. Total dana yang terkumpul dan digunakan di seluruh desa tersebut mencapai Rp10,5 Miliar. Ini membuktikan ajaran Bung Karno membumi sampai ke tingkat desa,” sambung Koster.

Ia menegaskan tema Bulan Bung Karno tahun ini mengajak seluruh kader tetap berpijak kepada rakyat.
“Tema ini menegaskan bahwa sumber kekuatan partai bukanlah kekuasaan, bukan pula jabatan, melainkan kepercayaan rakyat. Partai hanya akan tetap hidup apabila tetap menyatu dengan denyut kehidupan rakyat, mendengarkan suara rakyat, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta menjaga api semangat rakyat agar terus menyala,” tegasnya.
Koster juga menyampaikan apresiasi kepada Prananda Prabowo yang dinilai berperan dalam mendorong lahirnya berbagai kegiatan kreatif selama Bulan Bung Karno.
“Terima kasih kepada Bapak Prananda Prabowo yang terus mendorong lahirnya kegiatan kreatif dan inovatif. Beliau menjabat sebagai Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Digital,” kata Koster.
Menurut Koster, sentuhan ekonomi kreatif itu tercermin dari 16 perlombaan yang digelar, mulai dari seni pertunjukan, fesyen berbahan tenun Endek Bali, hingga lomba desain motif Endek. Seluruh rangkaian kegiatan disebut melibatkan 14.569 peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan menarik sekitar 27 ribu penonton.
“Mari kita jadikan Bulan Bung Karno bukan sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi sebagai gerakan permanen untuk membumikan Pancasila, membela wong cilik, merawat bumi pertiwi, dan memajukan kebudayaan bangsa,” pungkasnya.
Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga turut menegaskan pentingnya kedaulatan pangan sebagai bagian dari perjuangan bangsa.
“Kita harus bangga terhadap pangan lokal, produk UMKM, dan kekayaan kuliner Nusantara,” ujar Eriko.

Ia mengatakan perjuangan membangun kedaulatan bangsa juga dilakukan melalui penguatan sektor pangan, kebudayaan, dan ekonomi rakyat.
“Kedaulatan bangsa juga diukur dari kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya sendiri dan menciptakan ketahanan ekonomi berbasis potensi daerah. Mari bersama-sama menumbuhkan perekonomian lokal, dimulai dengan membeli produk UMKM,” pungkas Eriko Sotarduga.
Pada kesempatan itu, Megawati juga menyerahkan hadiah kepada pemenang Soekarno Cup 2026. Prananda menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba cerdas cermat, sedangkan Nancy Prananda memberikan penghargaan kepada pemenang lomba fesyen.
Usai penyampaian laporan, panggung utama diisi berbagai pertunjukan budaya, mulai dari Matembang Sastra Bali, atraksi Jugling Arak Bali, Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Bapang Barong & Mekendang Tunggal, hingga fashion show tenun Endek Bali yang diiringi permainan musik Gus Teja. Acara ditutup dengan pementasan Tari Mahasatya dari Sanggar Capala yang disaksikan Megawati bersama jajaran DPP PDIP dan ribuan kader.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto juga menegaskan Bulan Bung Karno merupakan momentum untuk terus membumikan nilai-nilai Pancasila.
“Pancasila bukan hanya ideologi bangsa, tetapi Pancasila juga harus membangun suatu tata dunia baru,” ungkap Hasto, mengutip pernyataan awalnya saat membuka Bulan Bung Karno di Lebak awal Juni lalu.
Comments
Post a Comment